Karena Jago Taekwondo Mahasiswa Ini Dapatkan Sarana Gratis Dari Kampusnya

Karena Jago Taekwondo Mahasiswa Ini Dapatkan Sarana Gratis Dari Kampusnya. Problem biaya sering jadikan seorang ciut nyali untuk meneruskan studi ke perguruan tinggi. Sampai pada akhirnya mimpi agar bisa mencapai titel sarjana juga dikubur dalam-dalam.

Seribu Jalan Menuju Roma, banyak langkah untuk menjangkau tujuan. Tersebut prinsip yang menempel pada diri Aan Aldi Anarus Manangsang, mahasiswa Tehnik Informatika di Akakom. Dia mengoptimalkan potensi yang dipunyai, yaitu bela diri taekwondo. Dari taekwondo itu juga dia seringkali memperoleh sarana gratis bayar SPP dari kampusnya.

Sesungguhnya Aan tekuni bela diri taekwondo awalannya cuma untuk melindungi kesehatan. Tapi bersamaan perjalanan saat malah banyak medali ia capai dalam beragam kejuaraan taekwondo. Beberapa titel bergengsi yang sempat digondol satu tingkat nasional diantaranya Kejuaraan Taekwondo Sumpah Pemuda 2015 di GOR Popki Cibubur, Sandi Open Taekwondo Championship 2016 di Jakarta serta The Kick Indonesia 2017, tiga moment itu Aan sukses mencapai medali emas mewakili kampusnya dan beberapa medali beda di level regional.

Aan mengaku, baru belajar bela diri itu mulai sejak jadi mahasiswa baru di Akakom. Saat seniornya mempromosikan unit aktivitas mahasiswa, ia pilih ke Taekwondo untuk isi kesibukan pendamping aktivitas kuliahnya.

” Terlebih dulu saya tidak sempat turut, saat SMP sempat cuma bela diri umum, saat itu cuma diajari sama kerabat saya hanya pengenalan saja. Baru di Akakom ini saya berlatih teratur karna saya terasa olah raga itu perlu serta saat itu tertarik gabung, ” tuturnya.
Ia rasakan faedah kesehatan dengan berlatih taekwondo, kebiasaan itu dikerjakan satu pekan 3x di kampusnya. Aan menaikkan intensitas latihan saat mendekati kejuaraan jadi bentuk persiapan. Bila pelatih meliburkan, jadi Aan pilih untuk olah raga beda seperti lari-lari, hingga tetaplah ada kesibukan fisik.

Karna ketekunan tersebut, ia rasakan buahnya. Pelatih memilihnya jadi kader untuk ikuti Perlombaan, mulai sari level regional sampai internasional dengan merebut beberapa medali emas. Di UKM Taekwondo itu juga Aan berperan mengurusi organisasi itu dengan lakukan pengkaderan dengan menjabat jadi wakil ketua.

” Umumnya ada yang disiapkan untuk nengikuti beragam kejuaraan, dengan diawali mengikutkan semuanya peserta dalam kejuaraan di kelas pemula, ” tegasnya.

Aan sekian kali memperoleh animo dari universitas dengan diganjar gratis pembayaran SPP. Tidak cuma berprestasi di bagian olah raga, pemuda asal Mamuju Utara, Sulawesi Barat ini berprestasi di biang akademik terlebih diliat dari indeks prestasinya. Di semester tujuh ini, Aan mulai kurangi intensitas ikuti kejuaraan. Tidak beda karna mulai Februari lantas ia mempunyai kesibukan baru, karena ditarik oleh PT Astra International jadi programmer. Ia telah merajut perjanjian dengan dosen untuk kerjakan skripsi sambil bekerja.

” Kelak bimbingannya dapat lewat email, saya telah komunikasikan dengan perusahaan serta universitas, ” ungkap Mahasiswa asal Mamuju Utara Sulawesi Barat ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *